veronikafoju

Ekologi


MAKALAH

EKOLOGI DASAR

OLEH

NAMA : VERONIKA Y. W. FOJU

NIM      : 0906052426

 

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

KUPANG

2010

 

Kata Pengantar

 

Atas berkat rahmat Tuhan yang maha esa, penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Terobosan dalam Memperbaiki dan Mempertahankan Keseimbangan Lingkungan Hidup sebagai Seorang Peneliti“. Penulisan makalah ini untuk mendapatkan nilai tugas dari mata kuliah Ekologi Dasar.

Penulis berharap, makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis sebagai mahasiswa ( Peserta didik ) dan segenap pihak yang membutuhkannya.

Penulis menyadari akan kekurangan yang terdapat pada makalah ini, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan oleh penulis demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………..2

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………3

 

Pendahuluan

Latar Belakang…………………………………………………………………………………..4

Tujuan………………………………………………………………………………………….. 5

Manfaat………………………………………………………………………………………….5

Rumusan Masalah……………………………………………………………………………….5

Metode dan Teknik………………………………………………………………………………5

 

Pembahasan

Pengertian Lingkungan Hidup………………………………………………………………….6

Hubungan Lingkungan dengan organism………………………………………………………7

Keseimbangan Lingkungan…………………………………………………………………….7

Kerusakan Lingkungan hidup………………………………………………………………….9

Dampak kerusakan lingkungan Hidup…………………………………………………………13

Andai Aku Seorang Peneliti……………………………………………………………………16

Penutup

Kesimpulan…………………………………………………………………………………….20

Saran……………………………………………………………………………………………21

 

Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………22

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Menyadari betapa pentingnya lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup organisme di muka bumi,maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan. Gaya hidup manusia dan aktivitas-aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung telah mengurangi kuantitas dan kualitas lingkungan hidup. Hal ini sangat berbahaya, sebab lingkungan merupakan penunjang hidup bagi setiap organisme.

 

  1. Tujuan
    1. Sebagai bahan untuk mempelajari lebih dalam tentang permasalahan-permasalahan lingkungan hidup serta penanganannya
    2. Sebagai bahan persyaratan untuk mata kuliah Ekologi Dasar
    3. Manfaat
      1. Agar peserta dapat memahami permasalahan-permasalahan lingkungan hidup serta dampak-dampak yang ditimbulkannya
      2. Agar peserta dapat memiliki kesadaran dan mengembangkan terobosan-terobosan baru dalam rangka melestarikan lingkungan hidup.
      3. Rumusan Masalah

Masalah-masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup, akibat yang ditimbulkannya, serta usaha penanggulangan masalah tersebut oleh seorang peneliti.

  1. Metode dan teknik

Metode yang digunakan yakni metode pustaka dan observasi sederhana

 

PEMBAHASAN

 

Pengertian Lingkungan Hidup

 

Lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan merupakan ruang tiga dimensi, dimana organism merupakan salah satu bagiannya. Lingkungan bersifat dinamis, dalam arti berubah-ubah setiap saat. Perubahan dan perbedaan yang terjadi baik secara mutlak maupun relative dari faktor-faktor lingkungan terhadap tumbuh-tumbuhan akan berbeda-beda menurut waktu, tempat dan keadaan tumbuhan itu sendiri.

Setiap organisme hidup dalam lingkungannya masing-masing. Begitu juga jumlah dan kualitas organism penghuni di setiap habitat tidak sama. Faktor-faktor yang ada dalam lingkungan selain berinteraksi dengan organism, juga berinteraksi dengan sesame factor tersebut, sehinga sulit untuk memisahkan dan mengubahnya tanpa mempengaruhi bagian lain dari lingkungan itu. Oleh karena itu, lingkungan memiliki 2 komponen, yakni:

  1. Faktor fisik, seperti energi, air, gas-gas atmosfer, angin, api, gravitasi bumi, topografi, lapisan geologi, dan tanah.
  2. Faktor biologis, seperti tumbuhan hijau, tumbuhan tak hijau, perombak, parasit, simbion, manusia, dan binatang.

Hubungan Lingkungan dengan Organisme

 

Kehidupan sebetulnya merupakan proses pertukaran energi antara organisme dan lingkungan. Melalui tumbuhan hijau energi sinar matahari diikat dan diubah menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa gula. Sifat dan susunan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Setiap bentuk dari organisme atau bagian-bagiannya yang memungkinkan organism itu hidup pada keadaan lingkungan tertentu disebut adaptasi.

Jadi antara organisme dan lingkungan terjalin hubungan yang erat dan bersifat timbal balik. Tanpa lingkungan, organism tidak mungkin ada, sebaliknya lingkungan tanpa organism tidak akan berarti apa-apa. Di samping itu, ada persyaratan dalam mengatur kehidupan organism yaitu :

  1. Lingkungan itu harus dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kehidupan
  2. Lingkungan itu tidak dapat mempengaruhi hal yang bertentangan dengan kehidupan organisme

Banyak persyaratan dari organism terhadap lingkungan agar mereka dapat hidup terus. Suatu perkembangan terjadi selama masa evolusi. Adanya seleksi alam menentukan organisme mana yang akan bertahan untuk kehidupan selanjutnya.Jika makhluk hidup tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan atau perubahan yang terjadi pada lingkungannya maka ia akan mati. Pada umumnya sebagian besar individu-individu itu mati muda bukan karena cacat atau kekurangan secara alami, akan tetapi lebih disebabkan oleh ketidakmampuan dalan penyesuaian diri dengan lingkungannya.

Keseimbangan Lingkungan

1. Daya Lenting dan Daya Dukung Lingkungan

Sistem lingkungan memiliki daya lenting, yakni daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Selain itu, sistem lingkungan juga memiliki daya dukung, yakni kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya.

Daya dukung lingkungan dapat diilusktrasikan sebagai berikut. Ada sebidang tanah yang hanya ditumbuhi oleh reremputan. Sebidang tanah itu dapat menghidupi 1.000 ekor kelinci. Rumput, kelinci, mikroorganisme, dan benda-benda abiotik yang ada di padang rumput itu saling berinteraksi dan akan membentuk ekosistem yang seimbang.

2. Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Daya Lenting dan Daya Dukung Lingkungan

Manusia selalu berusaha meningkatkan daya dukung lingkungannya, terutama terhadap lingkungan buatan. Misalnya, agar padang rumput dapat menampung lebih dari 1.000 ekor kelinci tanpa terjadi kompetisi, tanah diberi pupuk agar rumput tumbuh lebih subur. Pemberian pupuk pada ekosistem pertanian, pemberantasan hama penyakit, pemilihan bibit, dan pengairan, merupakan beberapa contoh usaha manusia untukmeningkatkan daya dukung lingkungan. Namun harus selalu diingat, kemampuan (kapasitas) lingkungan terbatas. Daya dukung lingkungan tidak mungkin terus-menerus ditingkatkan tanpa batas.

Perkembangan iptek memicu industrialisasi. Untuk memenuhi keutuhan populasi yang terus meningkat, harus diproduksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah besar melalui industri. Akibatnya adalah sebagai berikut.

a. Sumber daya alam yang diambil dari lingkungan semakin besar, baik macam maupun jumlahnya

b. Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan

c. Populasi manusia juga mengeluarkan limbah, yaitu limbah rumah tangga dan limbah manusia yang mencemari lingkungan

d. Muncul bahan-bahan sintetik, misalnya insektisida dan obat-obatan yang dapat meracuni lingkungan.

Kerusakan Lingkungan Hidup

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.

Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a. Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.

Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara

lain berupa:

1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

4) Gas yang mengandung racun.

5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

b. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.

Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:

1) Berbagai bangunan roboh.

2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

3) Tanah longsor akibat guncangan.

4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

c. Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.

Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.

Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:

1) Merobohkan bangunan.

2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

3) Membahayakan penerbangan.

4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).

b. Perburuan liar.

c. Merusak hutan bakau.

d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.

f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

Dampak Kerusakan Lingkungan Hidup

Pencemaran lingkungan dan pencemaran membawa banyak perubahan pada lingkungan. Misalnya, beberapa spesies hewan dan tumbuhan punah, dan adanya bahan pencemar pada sayuran, ikan, dan daging yang dikonsumsi.

1. Punahnya Spesies

Polutan dapat meracuni berbagai jenis hewan, bahkan mematikannya. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang berbeda terhadap polutan. Ada yangpeka, ada pula yang tahan. Hewan muda dan larva peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar, ada pula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Jika batas tersebut terlampaui, hewan akan mati.

2. Ledakan Hama

Penggunaan insektisida dapat pula mematikan serangga predator. Oleh karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali. Penyemprotan dengan insektisida juga dapat mengakibatkan beberapa spesies serangga menjadi kebal (resisten). Untuk memberantasnya, diperlukan dosis obat yang lebih tinggi dari biasanya. Akibatnya, pencemaran akan semakin meningkat.

3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan

Punahnya spesies tertentu dapat mengubah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jarring-jaring makanan, dan aliran energi berubah. Akibatnya, keseimbangan lingkungan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia terganggu.

4. Kesuburan Tanah Berkurang

Penggunaan insektisida dapat mematikan fauna tanah. Hal ini menyebabkan kesuburan tanah menurun. Penggunaan pupuk yang terus-menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasinya, hendaknya dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang atau dengan kompas, sistem penanaman berseling (tumpang sari), serta rotasi tanaman. Rotasi tanaman artinya menanam tanaman yang berbeda secara bergantian di lahan yang sama.

5. Keracunan dan Penyakit

Orang yang mengonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. Akibat keracunan, orang dapat mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan suasana saraf, menyebabkan cacat pada keturunannya bahkan meninggal dunia.

6. Pemekatan Hayati

Bahan pencemar memasuki lingkungan melewati rantai makanan dan jarring-jaring makanan. Bahan beracun yang dibuang ke perairan dapat meresap ke dalam tubuh alga. Selanjutnya, alga tersebut dimakan oleh udang kecil. Udang kecil dimakan oleh ikan. Jika ikan ini ditangkap manusia kemudian dimakan, bahkanp encemar akan masuk ke dalam tubuh manusia.

Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makhluk hidup dikenal sebagiap emekatan hayati (dalam bahasa Inggris dikenal sebagai biomagnification).

7. Terbentuk Lubang Ozon

Terbentuknya lubang ozon merupakan salah satu permasalahan global. Hal ini disebabkan bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain. Gas CFC, misalnya dari Freon dan spray, yang membubung tinggi dapat mencapai stratosfer. Di stratosfer terdapat lapisan gas ozon (O3). Lapisan ozon ini merupakan pelindung (tameng) bumi dari cahaya ultrabiolet. Jika gas CFC mencapai lapisan ozon, akan terjadi reaksi antara CFC dan ozon, sehingga lapisan ozon tersebut “berlubang”.

8. Efek Rumah Kaca

Permasalahan global lainnya ialah efek rumah kaca. Gas CO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran meningkatkan kadar CO2 di atmosfer. Akibatnya, bumi diselimuti gas dan debu-debu pencemar. Kandungan gas CO2 semakin tinggi karena banyak hutan ditebang, sehingga tidak dapat menyerap CO2.

 

Andai Aku Seorang Peneliti…

Berbagai kerusakan lingkungan hidup di atas menimbulkan suatu akibat jangka panjang, yakni ketidakseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem ini dapat mengubah kehidupan seluruh organisme yang ada di bumi, termasuk manusia, yang merupakan sebuah bencana. Untuk itu, dibutuhkan usaha-usaha serta terobosan-terobosan yang dapat membantu menyelesaikan masalah ini.

Mengembalikan ekosistem menjadi ekosistem yang seimbang dan ideal, bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan pengetahuan, kerja keras, kemauan, dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak dan berbagai komponen masyarakat. Berkaitan dengan ini, penulis menempatkan diri sebagai salah satu komponen masyarakat yang turut memberikan kontribusi dalam menjaga dan mengembalikan keseimbangan lingkungan, yakni sebagai seorang peneliti.

Sebagai seorang peneliti,usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk melestarikan dan mengembalikan keseimbangan lingkungan hidup, yakni:

  1. Membuat suatu penemuan baru

Penemuan-penemuan disini berarti produk-produk baru yang ramah lingkungan, dan bertujuan untuk membantu menjaga dan mengembalikan keseimbangan lingkungan. Penemuan-penemuan ini antara lain:

  • Menciptakan suatu bahan bakar baru dengan menggunakan tenaga matahari atau ekstrak minyak dari tumbuhan dan ekstrak ampas kopi. Ini dapat mengurangi pemakaian berlebihan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan mengurangi tingkat polusi udara.
  • Menciptakan suatu sistem drainase baru yang memungkinkan air kembali terserap ke dalam tanah, sehingga siklus air dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, menciptakan sistem filter air bawah tanah dan sistem filter air minum.
  • Mengeluarkan inovasi mengenai perbaikan lahan bekas tambang. Menciptakan langkah-langkah reklamasi lahan yang telah dirusak, khususnya tanah yang tercemar serta top soil yang menipis atau bahkan hilang, sehingga vegetasi dapat hidup di daerah tersebut
  • Mengeluarkan produk pestisida alami, sehingga dapat menggantikan pestisida-pestisida sebelumnya yang dapat merusak kehidupan fauna bawah tanah.
  • Membuat suatu alat pengolahan limbah, sehingga limbah-limbah industri sebelumnya dapat diolah sehingga dapat ‘dibuang’ secara aman.
  • Menciptakan produk-produk daur ulang, yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
  1. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak

Mengembalikan dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup merupakan tugas yan harus diemban oleh setiap orang. Berbagai usaha tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak dilakukan komunikasi dan kerjasama antar golongan masyarakat.

  • Melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah, dengan mengusulkan sejumlah langkah atau terobosan dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan hidup, seperti:
    • Mengadakan seminar mengenai pentingnya lingkungan hidup serta cara-cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk melestarikannya.
    • Mengadakan penggalakan daerah konservasi yang dilakukan untuk menjaga kehidupan organisme, seperti:

1.Taman nasional
Merupakan kawasan konservasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di perairan
2. Cagar alam
Merupakan kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan, satwa dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan kepada alam
3. Hutan wisata
Merupakan kawasan hutan yang karena keberadaan dan sifat wilayahnya perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan, yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, konservasi alam dan rekreasi
6. Taman hutan raya
Merupakan kawasan konservasi alam yang terutama dimanfaatkan untuk koleksi tumbuhan dan hewan.
7. Taman laut
Merupakan wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan atau keunikan alam.
6. Wana wisata
Merupakan kawasan hutan yang disamping fungsi utamanya sebagai hutan produksi, juga dimanfaatkan sebagai objek wisata hutan
7. Hutan lindung
Merupakan kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk tujuan melindungi lahan agar tidak tererosi dan untuk mengatur tata air.

  • Mengadakan penyuluhan masyarakat, serta menggalakan program reduce, reuse, recycle, repair.
  • Mengadakan kerjasama dengan  para tokoh masyarakat untuk membantu memberikan pemahaman serta kesadaran bagi  masyarakat mengenai pentingnya keseimbangan lingkungan, serta mengadakan kegiatankegiatan pelestarian lingkungan
  • Mengadakan kerjasama dengan pihak media dan publikasi untuk menghadirkan acara-acara, baik itu diskusi, kegiatan pelestarian lingkungan, serta iklan-iklan berkaitan dengan pengembalian keseimbangan lngkungan hidup.

Demikian upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengembalikan keseimbangan lingkungan hidup. Perlu diingat bahwa perbaikan lingkungan adalah tugas dan tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu, kita patut berpartisipasi dalam menjaga kesimbangan lingkungan hidup, mulai dari lingkungan rumah kita sendiri.

 

 

 

PENUTUP

 

Kesimpulan

Lingkungan hidup merupakan suatu sistem kompleks yang berada di luar individu yan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. lingkungan memiliki 2 komponen, yakni:

  1. Faktor fisik, seperti energi, air, gas-gas atmosfer, angin, api, gravitasi bumi, topografi, lapisan geologi, dan tanah.
  2. Faktor biologis, seperti tumbuhan hijau, tumbuhan tak hijau, perombak, parasit, simbion, manusia, dan binatang.

Organisme yang ada di muka bumi sangat tergantung pada lingkungan di sekelilingnya, termasuk manusia. Sedikit ketidakseimbangan atau ketimpangan pada lingkungan hidup akan mengubah kehidupan organisme. Namun, dewasa ini telah terjadi berbagai kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh factor alam, dan yang paling memprihatinkan adalah karena adanya ulah manusia yang merusak keseimbangan lingkungan. Dampak-dampak akibat kerusakan ini antara lain: punahnya spesies, ledakan hama, gangguan keseimbangan lingkungan, kesuburan tanah berkurang, keracunan dan penyakit, pamekatan hayati, hujan asam, terbentuknya lubang ozon dan pemanasan global. Ini berakibat fatal karena terjadi polusi air, udara, tanah dan suara.

Berbagai usaha dapat dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan lingkungan. Dalam hal ini, sebagai seorang peneliti, ada 2 langkah signifikan yang dapat dilakukan yakni menemukan terobosan-terobosan baru serta mengadakan kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat serta berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan hidup. Keberlangsungan hidup kita serta keseimbangan lingkungan kita ada di tangan kita, oleh karena itu setiap masyarakat perlu berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

 

Saran

Setiap masyarakat perlu memahami lebih dalam tentang lngkungan dan perlu berpartisipasi dalam mengembalikan keseimbangan lingkungan, sebab kehidupan generasi selanjutnya ada di tangan kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

http://mijitinkibot.blogspot.com

http://www.yahoo.com/yahooanswer

http://m.cybermq.com

http://www.wikipedia.com

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Veronika

Flickr Photos

The Aged and the Ageless

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

More Photos
%d bloggers like this: