veronikafoju

Posted on: January 15, 2011

Hujan menguyur sejak semalaman. Bagai siput dalam kerangnya, aku meringkuk di tempat tidurku. Menggigil bukan karena dingin, melainkan takut kesambar petir dan guntur yang berlomba-lomba menakut-nakuti umat manusia. Kulirik jam di handphoneku, 06.oo. Hari ini hari sabtu, jadi tidak ada kuliah.

Butiran-butiran hujan terdengar makin ganas menyerbu. Aku nelangsa. Mencoba menarik gorden dan mengintip, ternyata belum ada satu dua manusia yang keluar dari kamarnya. Aku berdoa dalam hati, setulus mungkin meminta pengertian Tuhan, namun semua sia-sia. Mungkin Tuhan prihatin melihat kekeringan di sini sehingga sebisa mungkin Ia curahkan hujan. Kalau banjir, ya salah manusia sendiri kan?

Sekarang aku tak bisa melanjutkan tidurku. Berusaha bangun, aku melihat sebuah jurnal yang kemarin belum sempat aku baca.

Artikel pertama membuatku tersentak. Ternyata vaksin HIV berhasil ditemukan!

Begini,seorang profesor dari CUA, Vennigala Rao, bersama tim penelitinya mendapatkan award dari pasangan Bill n Melinda Gates atas pengorbanan mereka menemukan vaksin HIV. Vaksin ini dinamakan bacteriophage T4. Rencananya, ia akan menyempurnakan penemuannya sampai tahun depan, sehingga bisa dipergunakan oleh kalangan kesehatan terlebih dahulu.

Nah, yang membuatku bangga bukannya vaksin HIV nya, tapi si Profesor itu lo, PEREMPUAN..Jadi ternyata perempuan bisa lebih pintar dan lebih tangguh daripada lelaki. Mengenai virus HIV sendiri, aku pikir sebaiknya di tahan dulu atau diberikan saja pada masyarakat afrika yang makan minumnya adalah HIV. Soalnya kalau cepat-cepat disebarkan, seks bebas akan menjamur dan lebih menggila daripada sebelumnya.

Balik lagi ke topik gender. Menurut aku, perempuan sekarang sudah lebih maju dibandingkan dulu. Banyak sekali pemimpin-pemimpin perempuan yang muncul. Ini menandakan bahwa kesetaraan gender masih diperjuangkan oleh kaum perempuan.

Namun, yang aku sayangkan adalah kualitasnya. Aku berharap bahwa perempuan yang telah menjadi pemimpin ini bisa membawa sesuatu yang beda, bisa membawa perubahan, dan meninggalkan atribut-atribut negatif yang di bawa-bawa oleh pemimpin terdahulu. Namun, fakta berbicara lain. Perempuan hanya berjuang setengah-setengah, hanya sebatas meraih kursi kepemimpinan. Selanjutnya? kosong..

Perempuan memang sudah mencapai standar intelektualitas yang sama dengan laki-laki. Tapi tidak sebatas itu saja. Perempuan harusnya berjuang bukan atas dasar gender saja, tapi atas dasar misi perubahan positif bagi seluruh kalangan masyarakat yang dipimpinnya, tanpa terkecuali. Karena itulah, bangsa kita tidak pernah maju-maju…

Setelah merenungkan itu semua sejenak, aku bangkit (cieee..). Dengan semangat gender yang berkobar-kobar, tanpa memedulikan hujan yang masih menguyur, aku melangkah keluar dari tempat persembunyianku yang hangat dan mulai menjalankan aktivitas keseharianku.

“..perubahan memerlukan keberanian, keberanian untuk menerjang badai, melawan halilintar..

namu keberanian itu akan sia-sia tanpa ada akar pengetahuan yang kuat..”

By: Veronika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Veronika

Flickr Photos

The Aged and the Ageless

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

More Photos
%d bloggers like this: