veronikafoju

Black Swan

Posted on: January 12, 2011

Waktu menunjukan pukul 16.o2 ketika Aku dan temanku, Iren dengan penuh semangat membuka bungkusan kaset bajakan Black Swan. Kaset bajakan ini uniknya kami dapat dengan susah payah setelah membuat si penjual dan si pembeli lain mendelik kesal. Dengan jari-jari lihai, mata penuh pengawasan, kami mengobrak-abrik koleksi milik si penjual tanpa rasa malu. Rak-rak kaset yang semula disusun dengan deretan kaset yang rapi berubah total saat kami berdua mulai beraksi. Iren, yang dengan agresif, penuh nafsu kasetholic, mulai membongkar-bongkar kaset, memilah-milah dan akhirnya kami beradu pendapat menyimpulkan kaset apa yang harus kami beli. Si penjaga alias si penjual mendelik ketika kami akhirnya membeli satu kaset SAJA. Belum lagi tampang cowok jabrik di samping iren yang nafsu membelinya mendadak lenyap ketika lengan iren hampir menyikutnya! seolah berkata ” ini daerah kekuasaanku..”

Kembali ke topik awal. Black Swan menjadi pilihan utama kami karena film ini mendadak marak dibicarakan di situs-situs internet. Sekadar penasaran aja, seperti apa sih filmnya itu?

Filmnya menceritakan tentang para penari balet yang berkompetisi mengikuti audisi pemilihan Queen Swan atau Ratu Angsa dalam peran Swan Lake. Peran Queen Swan akhirnya diserahkan sepenuhnya pada balerina berbakat, Nina, setelah ia menyisihkan saingan utamanya, Veronica (ehm..) dan prima balerina, Beth. Dalam peran ini, Nina dituntut untuk dapat memerankan 2 karakter sekaligus, White Swan dan Black Swan. Karena pribadinya yang sedari kecil selalu dikontrol ibunya, Nina kesulitan dalam memerankan peran Black Swan. Akhirnya di tengah tekanan demi tekanan yang melanda dirinya, ibunya yang sangat protektif, serta rasa iri terhadap penari baru lain, Lily, yang lebih berbakat darinya, memunculkan sisi gelap dalam dirinya.

Memang sih adegan filmnya ada yang sedikit vulgar gitu..but despite negativenya, akting para aktornya sangat memukau. Terutama buat Natalie Portman yang memerankan balerina Nina. Cool and bikin deg-degan, ceritanya menarik, tidak mudah ditebak. Jenis filmnya psycho thriller. So, buat sohib-sohibku, tak ada salahnya anda meniru jejak kami berdua yang rela dibenci orang demi mendapatkan film ini. Dijamin, tak bakal kecewa deh..

ehm, by the way..jangan ikuti jejak kami membeli yang bajakan yach!

“..menjadi orang yang baik atau yang buruk itu sebuah pilihan. menurutku, tak bisa dikatakan manusia punya sifat jahat teselubung atau manusia sebenarnya baik..tapi sesungguhnya baik dan buruk adalah sebuah pilihan..”

by: Veronika Foju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Veronika

Flickr Photos

The Aged and the Ageless

Photonic Symphony

Kuifmees / Crested Tit / Mésange huppée

More Photos
%d bloggers like this: